Senin, 26 Januari 2015

My Dear

"Bayangan Halal"


Detik waktu terus berlari. . . .
Sang Surya Silih berganti. . . .
Suara Riuh Angin terus berhembus. . .
Debur ombak terus berteriak pada karang. . .
Begitupun rasa yang terus merajut mimpi dalam otak ku.
Percikan Air hujan terus menerus menjatuhkan diri pada hamparan tanah yang gersang.
Rindangnya pepohonan seakan memberikan harapan adanya kehidupan baru.


Dari tempat  ini aku melihat seekor burung elang yang terus berusaha mengepakan sayap mudanya. Burung elang yang gagah perkasa bak pangeran tampan dari negri Yama terus berujuk kemampuan.
 Rasa senyum dan decah kagum pada pikiran polosku selalu setia menanti pesonamu yang gagah perkasa.
Apa kabar kau disana? Masih adakah rasa rindu yang selalu engkau persiapkan setiap waktu.

Foto kenagngan yang terpampang pada dinding kamar berwarna putih kusam menjadi penguat dinding yang mulai rapuh. Sisa aroma parfumu seakan tak pernah hilang dan selalu terhirup nyaman.
Apa engkau akan kembali? kenangan itu mengahmpiriku sore ini.

Jari-jari tanganku rindu. . .Ingin rasanya aku menyentuh wajahmu yang lembut, merapihkan bajumu yang sedikit kusut, memberikan sambutan hangat bak seorang Ratu yang setia menanti sang Raja dalam kondisi lelah usai perang melawan musuh.
Perlindungan demi perlindungan selalu aku pinta pada sang maha segalanya, Curahan air mata dan keringat perjuangan ini akan selalu menjadi saksi betapa aku setia menanti imamku.

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR


5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. @Eimhant : (Anta ma'a man ahbabta) ..Alhamdulillah saya ga ngerti artinya hehe #Translate donk.

    BalasHapus
  3. kau kelak akan bersama dengan orang yang kau cintai

    BalasHapus
  4. Aamiin Ya Allah. . ^_^
    Semoga..semoga #PenuhHarapan

    BalasHapus