SEBUAH
PROTES DARI BAYI YANG DIABORSI .....
Namaku
Putri, dan aku memiliki mata dan rambut hitam yang indah. Yah ,... mungkin saat
ini aku belum memilikinya, tapi aku akan memilikinya ketika aku lahir. Aku akan
menjadi anakmu satu-satunya, dan kau memanggilku “the one and only”.
Aku akan tumbuh tanpa banyak waktu dengan papa,
tapi kita akan memiliki satu sama lain. Kita akan saling membantu dan
menyayangi. Ketika besar nanti, aku ingin menjadi seorang dokter.
Kau menyadari kehadiranku hari ini mama, kau
begitu bahagia dan tidak dapat menunggu untuk memberitakan kabar ini pada semua
orang. Yang dapat kau lakukan sepanjang hari adalah tersenyum, dan hidup terasa
begitu sempurna. Kau memiliki senyum yang indah, mama.
Senyummu adalah wajah pertama yang akan aku
lihat dalam hidupku, dan akan menjadi hal yang paling indah yang pernah aku
lihat dalam hidupku. Aku sudah tau itu.
Hari
ini adalah hari saat kau memberitahu papa. Kau begitu bersemangat untuk
memberitahu papa tentang aku. Tapi papa tidak senang, mama. Papa sepertinya
marah. Aku tidak yakin kau menyadarinya, tapi papa marah.
Papa
mulai berbicara tentang sesuatu mengenai uang, tagihan dan hal lain yang belum
bisa aku pahami. Kemudian papa melakukan hal yang menakutkan, mama.
Papa
memukulmu. Aku dapat merasakan bahwa kau terjatuh, dan tanganmu berusaha
melindungiku. Aku baik-baik saja, tapi aku sangat sedih. Lantas kau menangis,
mama. Itu adalah suara yang tidak aku suka. Suara itu membuatku tidak merasa
nyaman. Hal itu membuatku ikut menangis.
Setelah
itu, papa meminta maaf dan memelukmu kembali. Kau memaafkannya, mama, tapi aku
tidak yakin dapat melakukannya. Itu tidak benar. Kau bilang papa mencintaimu,
namun mengapa dia menyakitimu? Aku tidak suka itu, mama.
Akhirnya,
kau dapat melihatku! Perutmu sedikit membesar, dan kau begitu bangga. Kau pergi
dengan mamamu untuk membeli baju baru, dan kau amat sangat bahagia. Kau juga
bernyanyi untukku. Kau memiliki suara yang paling indah di dunia.
Saat
kau menyanyi adalah saat paling membahagiakan untukku. Dan kau berbicara
padaku, akupun merasa aman. Sangat aman. Kau hanya perlu menunggu, mama. Ketika
aku lahir, aku akan menjadi sempurna hanya untukmu. Aku akan membuatmu bangga,
dan akan menyayangimu dengan segenap hatiku.
Sekarang,
aku dapat menggerakkan tangan dan kakiku, mama. Aku melakukannya karena kau
meletakkan tanganmu ke perut untuk merasakan aku, dan aku tertawa, kau juga
tertawa. Aku menyayangimu,mama.
Papa
datang mengunjungimu hari ini, mama. Aku sangat takut. Dia berlagak konyol dan
berkata melantur. Papa bilang bahwa dia tidak menginginkanmu. Aku tidak tau
kenapa, namun itu yang dikatakan papa. Kemudian dia memukulmu lagi, aku sangat
marah.
Ketika
aku besar, aku berjanji tidak akan membiarkanmu terluka! Aku berjanji untuk
melindungimu. Papa jahat. Aku tidak peduli bahwa kau berpikir kalau dia adalah
orang yang baik, menurutku dia jahat. Dia memukulmu, dan dia bilang, dia tidak
menginginkan kita. Dia tidak suka aku. Mengapa dia tidak suka aku, mama?
Kau
tidak berbicara denganku malam ini, mama. Apakah semuanya baik-baik saja?
Sudah
tiga hari sejak kau bertemu papa. Kau belum berbicara denganku atau menyentuhku
atau melakukan apapun setelah kejadian itu. Kau masih menyayangiku kan ma? Aku
masih menyayangimu. Aku rasa kau sangat sedih.
Satu-satunya
waktu dimana aku merasakanmu adalah ketika kau tidur. Kau memelukku dengan
tanganmu, dan aku merasa aman dan hangat. Tapi mengapa kau tidak melakukannya
lagi ketika terbangun dari tidur?
Aku
berumur 21 minggu hari ini, mama. Tidakkah kau bangga padaku? Kita akan pergi
ke suatu tempat hari ini, dan tempat ini adalah tempat yang baru, aku sangat
bersemangat. Tempat ini seperti rumah sakit. Aku ingin menjadi dokter ketika
aku besar nanti, mama. Aku harap kau bersemangat seperti hanya aku, aku tak
dapat menunggu lagi.
Mama,
aku merasa takut. Jantungmu masih berdetak, tapi aku tidak tau apa yang kau
pikirkan. Dokter berbicara padamu. Aku merasa bahwa sesuatu akan segera
terjadi. Aku amat sangat takut, mama. Tolong berkatalah padaku bahwa kau
menyayangiku. Lalu aku akan merasa aman lagi. Aku menyayangimu!
Mama,
apa yang kau lakukan padaku? Itu sakit! Tolong hentikan mereka, mama! rasanya
tidak enak! Sakit mama,sakit sekali .. Mama, tolong … tolong aku, suruh mereka
berhenti! aaaah .. Mama ...
Jangan
khawatir mama, sekarang aku aman. Aku di surga bersama Tuhan dan para
malaikat-Nya sekarang. Mereka memberitahuku apa yang kau lakukan, dan mereka
bilang itu adalah ABORSI.
Kenapa
mama? kenapa kau melakukan itu? Tidakkah kau menyayangiku lagi? Kenapa kau
melenyapkanku? Aku meminta maaf dengan sangat jika aku melakukan kesalahan,
mama. Aku menyayangimu! Aku menyayangimu dengan segenap hatiku.
Mengapa
kau tidak menyayangiku? Aku ingin hidup, mama! Tolong! Sangat menyakitkan
ketika mengetahui bahwa kau tidak peduli denganku, dan tidak berbicara
denganku.
Tidakkah
aku cukup menyayangimu? Tolong katakan kau akan tetap menjagaku, mama. Aku
ingin hidup dan tersenyum, dan melihat awan dan melihat wajahmu, serta tumbuh
menjadi dokter. Aku tidak ingin berada disini, aku ingin kau menyayangiku lagi!
Aku minta maaf kalau aku melakukan kesalahan, Aku sayang mama.
Aku
sayang mama ...
Setiap
aborsi adalah ….
Satu
jantung yang berhenti berdetak ...
Dua
mata yang tidak akan pernah melihat ...
Dua
tangan yang tidak akan pernah menyentuh ...
Dua
kaki yang tidak akan pernah berlari ....
Satu
mulut yang tidak akan pernah berbicara ...
Wallahua’lam
bish Shawwab ....
Semoga
ibu yang lagi mengandung buah hatinya, dapat melahirkan anak yang sholeh dan
sholehah, dan terlahir dalam keadaan sehat dan sempurna, serta tidak berniat
untuk menggugurkan bayinya. Aamiin
Marilah
kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan
kita dari segala dosa yang telah lalu.
Ya
Allah,
Ampunilah
semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah
kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga
akhir hayat.
Aamiin
ya Rabbal'alamin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar