Rabu, 28 Januari 2015

Love.

Seutas Rindu

"Astagfirullahaladzim. . .Mimpi itu lagi" Langsung Ku Teguk segelas Air Putih yang selalu tersedia di meja sebelah ranjangku.
"Matanya begitu indah, berkulit bersih nan halus, senyum kejujuran serta tawa yang begitu polos, Pelukan hangat itu, Panggilan itu! Ya Allah!." Setiap aku membayangkan wajah bayi mungil yang singgah di mimpiku setiap malam seketika air mataku pasti menetes.

"Betapa aku merindukan kehadiranmu Nak, kapan kamu akan meramaikan kesepianku? kapan kamu merengek meminta segelas susu pada ku? kapan kamu meminta pelukan hangatku? dan kapan aku dapat mendengar suaramu yang sedang mempelajari kata "Ibu. .Ibu. .Ibu. .Ayah." Ya Allah! " Pecah tangisku pada sujud sepertiga malam.
Aku sangatlah yakin engkau maha mendengar, Maha tau dan tentu maha segalanya. Tak ada yang mustahil bagi engkau di dunia ini. Aku mohon berikanlah aku kesempatan untuk menjadi seorang ibu.


Keputusan suami untuk bekerja di negara jepang menggoreskan kisah dan perjuangan tersediri pada rumah tangga kami. Satu tahun sudah aku terpisah jauh dengannya, Jarak tempuh jepang dan indonesia terkadang membuat aku mengalami kerinduan yang mendalam. Mungkin inilah cara tuhan mendidikku agar bisa menjadi wanita yang sangat kuat. Banyak orang bilang menunggu itu hal yang sangat menyebalkan dan membosankan, tak munafik terkadang akupun merasakan hal yang sama, namun itu dulu.

Kini setelah mengenal Sosok Hamka yang kini menjadi suami tercintaku, menunggu itu adalah hal yang menyenangkan karena selain menguji kesabaran dan keberanian, kita juga dapat memahami sberapa pentingnya Arti keluarga dan kebersamaan. Bagiku hidup itu terlalu pendek untuk di khawatirkan dan terlalu panjang untuk menantinya, Oleh karena itu aku selalu menikmati setiap bait episode kisah perjalanan hidupku.

Menjalani Rutinitas sebagai seorang public figure serta menjalankan beberapa bisnis sembako membuat waktu ini terasa berputar begitu cepat. Aku selalu berharap semoga pekerjaan yang aku jalani membuahkan hasil yang baik dan  berkah serta bermanfaat untuk banyak orang. Senyuman riang dan keramahan selalu aku lesatkan pada  orang - orang yang datang ke toko sembako milik ku.

               ***
Pertanyaan klasik seputar keturunan menjadi makananku sehari-hari, berbagai jawaban santai selalu aku lontarkan. Namun tak dapat ku pungkiri celotehan-celotehan tetangga sekitar yang tidak mengerti akan perasaanku sering menghampiri diamku pada malam hari. Aku selalu menganggap bahwa semua itu adalah obat penguat alami yang akan sangat bermanfaat bagi hidupku kelak. Lamunanku Malam itu tersadar oleh dering Handphone,  ternyata itu pesan singkat dari suamiku yang jauh di jepang sana.

"Assalamualaikum Rahma Syank :) "

"Waalaikumsalam sayank" balasku singkat.

"Tolong, Aktifkan Skype kamu donk sayang, aku Rindu" balasnya .

"Oke sayang. Tunggu ya"

Tidak seperti biasanya, malam itu jaringan internet lancar seperti jalan tol, sehingga mempermudah kami untuk berkomunikasi jarak jauh.

"Haiii Rahma Sayang. .." Sapanya dengan penuh senyum riang

"Hai" Balasku singkat.

"Kamu kenapa ay? Kok lesu gitu sih wajahnya? kamu gak Rindu ya sama suamimu" dengan raut wajahnya yang sedikit merengut.

"Jelas Rindu donk sayank"

"Kalau Rindu Ko sedih Gitu wajahnya? mana senyuman manismu, Aku mau liat"

Senyum lebar aku tunjukan pada suamiku malam itu

“Nah, Gitu donk, kan cantik dilihatnya"

"Ayah bisa aja nih, Emmmmm. . Ayah?" nada tanyaku padanya mulai terlontar

"Iya Ay. .Kenapa?"

"Yah. . .kenapa ya hampir setiap malam aku selalu memimpikan seorang bayi? apa karena aku sedang merindukan kehadiran malaikat kecil pada rumah tangga kita, jadi rasa itu selalu terbawa mimpi?"

"Oh Ya? bisa jadi begitu ay dan Aku sangatlah paham akan hal itu, bersabarlah dan berdo'a selalu bidadariku, jika waktunya tiba tuhan pasti akan memberikan semua itu pada  keluarga kecil kita" jawaban lembut suamiku membuat hati ini kembali bersabar dan  ikhlas.

" Tapi. . .Aku sedih jika melihat wajah ibu-bapak  yang terlihat sangat menginginkan kehadiran seorang cucu." Air mata itu terjatuh membasahi laptopku.

"Sayang...Hapus Air matamu, Ada dan tidak adanya anak bagiku itu sama. Rasa kasih dan sayang ku tak akan pernah berubah. Semangat istriku sayank, teruslah bersabar karena tuhan telah mempersiapkan hadiah terindah untuk kita.

"Hamka, Kamu memang suamiku yang paling hebat dan paling bisa membuat hatiku merasa tenang. terimakasih sayank."

Percakapan kita terus berlanjut sampai tak terasa kita terlarut pada kehangatan malam.

                                                                                ***
Jarak memang boleh berperan di sini, namun ketulusan hati ini tidak akan pernah berubah. Hari silih berganti, tahun demi tahun mulai menyisakan kisahnya tersendiri. Hanya komunikasi via skype dan blackberry messenger  yang bisa menjadi jalan pelepas rindu dinatara kita.


Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Senin, 26 Januari 2015

My Dear

"Bayangan Halal"


Detik waktu terus berlari. . . .
Sang Surya Silih berganti. . . .
Suara Riuh Angin terus berhembus. . .
Debur ombak terus berteriak pada karang. . .
Begitupun rasa yang terus merajut mimpi dalam otak ku.
Percikan Air hujan terus menerus menjatuhkan diri pada hamparan tanah yang gersang.
Rindangnya pepohonan seakan memberikan harapan adanya kehidupan baru.


Dari tempat  ini aku melihat seekor burung elang yang terus berusaha mengepakan sayap mudanya. Burung elang yang gagah perkasa bak pangeran tampan dari negri Yama terus berujuk kemampuan.
 Rasa senyum dan decah kagum pada pikiran polosku selalu setia menanti pesonamu yang gagah perkasa.
Apa kabar kau disana? Masih adakah rasa rindu yang selalu engkau persiapkan setiap waktu.

Foto kenagngan yang terpampang pada dinding kamar berwarna putih kusam menjadi penguat dinding yang mulai rapuh. Sisa aroma parfumu seakan tak pernah hilang dan selalu terhirup nyaman.
Apa engkau akan kembali? kenangan itu mengahmpiriku sore ini.

Jari-jari tanganku rindu. . .Ingin rasanya aku menyentuh wajahmu yang lembut, merapihkan bajumu yang sedikit kusut, memberikan sambutan hangat bak seorang Ratu yang setia menanti sang Raja dalam kondisi lelah usai perang melawan musuh.
Perlindungan demi perlindungan selalu aku pinta pada sang maha segalanya, Curahan air mata dan keringat perjuangan ini akan selalu menjadi saksi betapa aku setia menanti imamku.

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR