Seutas Rindu
"Astagfirullahaladzim.
. .Mimpi itu lagi" Langsung Ku Teguk segelas Air Putih yang selalu
tersedia di meja sebelah ranjangku.
"Matanya
begitu indah, berkulit bersih nan halus, senyum kejujuran serta tawa yang
begitu polos, Pelukan hangat itu, Panggilan itu! Ya Allah!." Setiap aku
membayangkan wajah bayi mungil yang singgah di mimpiku setiap malam seketika air mataku pasti menetes.
"Betapa
aku merindukan kehadiranmu Nak, kapan kamu akan meramaikan kesepianku? kapan
kamu merengek meminta segelas susu pada ku? kapan kamu meminta pelukan
hangatku? dan kapan aku dapat mendengar suaramu yang sedang mempelajari kata "Ibu. .Ibu. .Ibu. .Ayah." Ya Allah! " Pecah tangisku pada sujud sepertiga
malam.
Aku sangatlah
yakin engkau maha mendengar, Maha tau dan tentu maha segalanya. Tak ada yang
mustahil bagi engkau di dunia ini. Aku mohon berikanlah aku kesempatan untuk menjadi seorang ibu.
Keputusan
suami untuk bekerja di negara jepang menggoreskan kisah dan perjuangan tersediri pada
rumah tangga kami. Satu tahun sudah aku terpisah jauh dengannya, Jarak tempuh
jepang dan indonesia terkadang membuat aku mengalami kerinduan yang mendalam.
Mungkin inilah cara tuhan mendidikku agar bisa menjadi wanita yang sangat kuat.
Banyak orang bilang menunggu itu hal yang sangat menyebalkan dan membosankan,
tak munafik terkadang akupun merasakan hal yang sama, namun itu dulu.
Kini setelah mengenal Sosok Hamka yang kini menjadi suami tercintaku, menunggu itu adalah hal yang menyenangkan karena selain menguji kesabaran dan keberanian, kita juga dapat memahami sberapa pentingnya Arti keluarga dan kebersamaan. Bagiku hidup itu terlalu pendek untuk di khawatirkan dan terlalu panjang untuk menantinya, Oleh karena itu aku selalu menikmati setiap bait episode kisah perjalanan hidupku.
Menjalani
Rutinitas sebagai seorang public figure serta menjalankan beberapa bisnis
sembako membuat waktu ini terasa berputar begitu cepat. Aku selalu berharap
semoga pekerjaan yang aku jalani membuahkan hasil yang baik dan berkah serta bermanfaat untuk banyak orang.
Senyuman riang dan keramahan selalu aku lesatkan pada orang - orang yang datang ke toko sembako
milik ku.
***
Pertanyaan
klasik seputar keturunan menjadi makananku sehari-hari, berbagai jawaban santai
selalu aku lontarkan. Namun tak dapat ku pungkiri celotehan-celotehan tetangga
sekitar yang tidak mengerti akan perasaanku sering menghampiri diamku pada
malam hari. Aku selalu menganggap bahwa semua itu adalah obat penguat
alami yang akan sangat bermanfaat bagi hidupku kelak. Lamunanku Malam itu
tersadar oleh dering Handphone, ternyata
itu pesan singkat dari suamiku yang jauh di jepang sana.
"Assalamualaikum
Rahma Syank :) "
"Waalaikumsalam
sayank" balasku singkat.
"Tolong,
Aktifkan Skype kamu donk sayang, aku Rindu" balasnya .
"Oke
sayang. Tunggu ya"
Tidak seperti
biasanya, malam itu jaringan internet lancar seperti jalan tol, sehingga
mempermudah kami untuk berkomunikasi jarak jauh.
"Haiii
Rahma Sayang. .." Sapanya dengan penuh senyum riang
"Hai"
Balasku singkat.
"Kamu
kenapa ay? Kok lesu gitu sih wajahnya? kamu gak Rindu ya sama suamimu"
dengan raut wajahnya yang sedikit merengut.
"Jelas
Rindu donk sayank"
"Kalau
Rindu Ko sedih Gitu wajahnya? mana senyuman manismu, Aku mau liat"
Senyum lebar
aku tunjukan pada suamiku malam itu
“Nah, Gitu
donk, kan cantik dilihatnya"
"Ayah
bisa aja nih, Emmmmm. . Ayah?" nada tanyaku padanya mulai terlontar
"Iya Ay.
.Kenapa?"
"Yah. .
.kenapa ya hampir setiap malam aku selalu memimpikan seorang bayi? apa karena
aku sedang merindukan kehadiran malaikat kecil pada rumah tangga kita, jadi
rasa itu selalu terbawa mimpi?"
"Oh Ya?
bisa jadi begitu ay dan Aku sangatlah paham akan hal itu, bersabarlah dan
berdo'a selalu bidadariku, jika waktunya tiba tuhan pasti akan memberikan semua
itu pada keluarga kecil kita"
jawaban lembut suamiku membuat hati ini kembali bersabar dan ikhlas.
" Tapi.
. .Aku sedih jika melihat wajah ibu-bapak
yang terlihat sangat menginginkan kehadiran seorang cucu." Air mata
itu terjatuh membasahi laptopku.
"Sayang...Hapus
Air matamu, Ada dan tidak adanya anak bagiku itu sama. Rasa kasih dan sayang ku
tak akan pernah berubah. Semangat istriku sayank, teruslah bersabar karena
tuhan telah mempersiapkan hadiah terindah untuk kita.
"Hamka,
Kamu memang suamiku yang paling hebat dan paling bisa membuat hatiku merasa
tenang. terimakasih sayank."
Percakapan
kita terus berlanjut sampai tak terasa kita terlarut pada kehangatan malam.
***
Jarak memang
boleh berperan di sini, namun ketulusan hati ini tidak akan pernah berubah.
Hari silih berganti, tahun demi tahun mulai menyisakan kisahnya tersendiri.
Hanya komunikasi via skype dan blackberry messenger yang bisa menjadi jalan pelepas rindu dinatara kita.
Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR
Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

