CERMIN HATI
Awan hitam mulai menutupi
pandanganku, Kisah klasik dunia remaja yang kental akan cinta membuat air mata ini terus berlinang
membasahi pipi. Kisah cinta yang aku alami bak Seekor srigala yang meraung kesakitan
tertancap panah beracun.
Tuhan selalu mengajarkan kita tentang Arti Cinta
yang sesungguhnya dan benar. Namun kisah cinta remaja yang seharusnya terkenang
indah pupus sudah . Dunia ini terkesan
kejam untuk ku setelah aku mengenal pria yang aku anggap dia Hebat. Aku tak
pernah menyangka jika masa depanku akan hancur karnanya. Pria yang aku pikir
merupakan sosok panutan bagiku semua itu hancur bertebaran bagaikan debu
jalanan. Tak pernah aku sangka jika garis takdir kelam mewarnai kisah hidupku.
Aku benci dia Benciiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!. Aku Sadar lisan ini tidak pantas jika harus berkata “ Tuhan Itu Tidak Adil!!!”, karena
susungguhnya tuhan itu maha adil namun karena diriku saja yang bodoh sehingga
hal pahit ini harus terjadi dalam hidupku.
Perkenalan ku 5 tahun silam di
masa putih Abu-abu membuat batin ku menderita sampai detik ini, bayangan kelam
selalu membayangi pandanganku. Jika saja
saat itu aku tidak pernah ingin menjadi kekasihnya, Sangatlah jelas hal semacam
ini tidak akan pernah terjadi. Kepolosanku ia manfaatkan demi kepuasan diri, kebiadaban
sikapnya telah tega merenggut
kesucianku!!.
Setiap detik rasa lelah dan takut kerap menyelimutiku, Ingin ku
hempaskan raga ini sampai ke ujung langit, Raga yang sangatlah kotor dan menjijikan, jiwa ini hina, Bodohnya aku yang terus
menghianati Tuhan. Aku selalu bungkam atas seluruh pristiwa yang aku alami.
Ancaman yang terucap dari bibirnya membuat akal sehat ini mati. Kata-kata itu
terus terngiang di alat pendengaranku.
“Sayaaanng.
. . Jika kamu tidak ingin mati, dan keluargamu tidak ingin aku hancurkan, Jangan
pernah engkau ceritakan apa pun yang
telah aku lakukan”. ucapnya dengan mata penuh dosa.
” Ingin rasanya aku
cerita kepada ibu ku atas apa yang aku alami saat ini, tapi apalah daya kala
itu logikaku berkarat dan sulit untuk berfikir secara logis, ketakutan ku terlalu
menjadi raja dalam hati sehingga membutakan seluruh pikiranku. Langkahku untuk
memiliki seorang kekasih pada masa remaja dengan alasan ingin menggoreskan satu
kisah manis yang akan terkenang sepanjang masa ternyata celaka besar. Niat ku
itu justru menjerumuskan ku pada jurang kehancuran. Hampir dua tahun aku melakukan
hubungan seks bebas tanpa sepengetahuan keluarga dan sahabat baiku yang
jelas-jelas rasa kasih sayang mereka itu tulus, tidak seperti pria bajingan itu.
Sikapku yang semakin hari bertambah gila membuat tanda tanya besar dalam benak
sahabatku.
***
Hati ini bergetar ketakutan jika melihat waktu, Bisikan kejamnya selalu
terdengar bising di telingaku, pria licik bernama Ismail membuatku tak pernah
memikirkan masa depan. Lonceng sekolah
telah berbunyi suara canda-tawa dan sapa sahabatku membuat aku malu jika
melihat diri ini yang telah kotor dan hina, ingin rasanya berganti wajah jika
melihat sosok ismail kekasih biadabku saat memasuki pintu kelas. Sapaan penuh
cinta palsu selalu ia lakukan di sekolah.
“Selamat
pagi sayank, Apa kabar? Nanti siang seperti biasa ya kita main, “Ucpnya dengan
penuh dusta.” Gak bisa, nanti siang aku harus pergi dengan Ratna ku ke toko buku,
kamu sadar ga sih?hubungan kita itu gak sehat, kotor. Sekarang lihat sahabatku
pergi meninggalkanku, dengan alasan sikapku yang sudah berubah!!. Ooohh jadi
kamu pilih mereka di bandingkan saya? Oke kalau itu pilihan kamu, akan saya
sakiti semua sahabat-sahabat kamu itu. “Aku hanya bisa terdiam dengan linangan
air mata.
Tuhaaannn.
. .Bantu Aku tolong lepaskan ia dari hidupku, aku lelah selalu melanggar semua
aturanmu, maafkan diri ini tuhan “Doaku dalam Hati”.
Hubungaku itu terus berlanjut sampai aku mendapatkan
predikat lulus dari sekolahku. Lega rasanya hati ini bisa lulus dengan nilai
cukup memuaskan, namun dibalik itu ada seuntas rahasia besar yang menyiksa
batin ini dan tak ada satupun sahabatku yang tau. Sampai suatu ketika disaat
kita akan memilih masa depan masing-masing, Ratna sahabatku melontarkan
pertanyaan yang cukup membuat lidah ini Kaku.
“Zihan.
. .selamat ya kamu bisa lulus dengan nilai sempurna, tapi sejujurnya ada pertanyaan yang selalu
mengganjal di hati ini tentang kamu. Aku?Apa itu? Tapi Janji Ya kamu jujur
padaku. Oke aku janji aku pasti akan jujur demi persahabatan kita. Sebelumnya
maaf maaafff banget han. . .Emmmm Apa benar, Kamu sering tidur bersama Ismail?
Itu semua bohong kan han?katakan kalau itu hanya gossip anak-anak sekolah.“Sontak hati ini
terkejut bak tersambar petir di siang bolong”.
Kamu
kata siapa Rat?Aku. . Aku. . Aku memang sangat mencintai ismail tapi aku tidak
akan bertindak sebodoh itu, buktinya aku tidak hamil, itu artinya aku tidak
pernah melakukan hal itu. Huuuffttt Syukurlah aku lega mendengar hal itu.pelukan
hangatpun ia berikan untukku” Maaf kan aku Ratna. . .Aku terpaksa berbohong
padamu, ucap ku dalam hati.
Satu bulan sudah aku lulus SMA, Namun
ismail tidak juga berubah, dia terus saja mengajar ku untuk melakukan hubungan
seks bebas. Sampai aku terhenti di suatu titik dimana aku harus bertindak
nekad, Aku mengajak ibuku untuk berpindah tempat tinggal yang jauh darinya.
Bagiku mencari tempat dan suasana baru itu adalah solusi terbaik. Janji dia
yang ingin menikahiku hanya kepalsuan belaka, Rayuan manisnya bagaikan racun
yang terus menjalar di tubuhku. Aku pergi meninggalkan Kota Kelahiranku tanpa
ada satupun sahabatku yang tau, Ini AIB bagiku, tak mungkin aku ceritakan
peristiwa ini pada keluargaku terutama kedua orang tua ku. Sampai detik ini kisah
pelik itu selalu membuatku takut untuk menjalin kasih dengan seorang pria.
***
“Hidup itu pilihan dan
berpikirlah dengan cerdas sebelum engkau memilih.” Kata-kata itu selalu aku
ingat sampai saat ini, selalu ada hikmah bagiku di setiap bait peristiwa hidup.
5 tahun memulai suasana baru belum bisa menghilangkan rasa sakit itu, sampai
suatu ketika undangan reuni masuk pada facebook ku. Dilema kembali menyapa,
ingin rasanya hadir namun aku takut bertemu ismail, namun jika tidak aku rindu
pada sahabatku Ratna. Dengan pemikiran yang cukup alot akhirnya aku menghadiri
undangan Reuni itu. Suasana rindu antar kawan sangat terasa indah, begitu
banyak kisah yang patut aku tiru dari teman-temanku.
“Ohh ia Han, Kamu masih ingat ismail
kan?Mantan kamu Cieeeee. . .Uuhh Ratna apaan sih, itu masa lalu kali.Tapi
serius han, aku sedih loh kalau denger kabar dia saat ini,memangnya dia kenapa
Ren? Eeemm sudah hampir 2 tahun dia di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Semenjak kamu
tinggalkan dia 5 tahun lalu hidup dia jadi kacau. “Sontak hati tak percaya,
namun itulah kehidupan. Manusia akan menerima akibat atas apa yang ia lakukan”.
Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR
Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR
