Minggu, 16 November 2014

Cermin Hati.

CERMIN HATI 


Awan hitam mulai menutupi pandanganku, Kisah klasik dunia remaja yang  kental akan  cinta membuat air mata ini terus berlinang membasahi pipi. Kisah cinta yang aku alami bak Seekor srigala yang meraung kesakitan tertancap panah beracun.
Tuhan selalu mengajarkan kita tentang Arti Cinta yang sesungguhnya dan benar. Namun kisah cinta remaja yang seharusnya terkenang indah  pupus sudah . Dunia ini terkesan kejam untuk ku setelah aku mengenal pria yang aku anggap dia Hebat. Aku tak pernah menyangka jika masa depanku akan hancur karnanya. Pria yang aku pikir merupakan sosok panutan bagiku semua itu hancur bertebaran bagaikan debu jalanan. Tak pernah aku sangka jika garis takdir kelam mewarnai kisah hidupku. Aku benci dia Benciiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!. Aku Sadar  lisan ini tidak pantas jika harus berkata “ Tuhan Itu Tidak Adil!!!”, karena susungguhnya tuhan itu maha adil namun karena diriku saja yang bodoh sehingga hal pahit ini harus terjadi dalam hidupku.
Perkenalan ku 5 tahun silam di masa putih Abu-abu membuat batin ku menderita sampai detik ini, bayangan kelam selalu membayangi  pandanganku. Jika saja saat itu aku tidak pernah ingin menjadi kekasihnya, Sangatlah jelas hal semacam ini tidak akan pernah terjadi. Kepolosanku ia manfaatkan demi kepuasan diri, kebiadaban sikapnya telah tega merenggut  kesucianku!!.

Setiap detik rasa lelah  dan takut kerap menyelimutiku, Ingin ku hempaskan raga ini sampai ke ujung langit, Raga yang sangatlah  kotor dan menjijikan,  jiwa ini hina, Bodohnya aku yang terus menghianati Tuhan. Aku selalu bungkam atas seluruh pristiwa yang aku alami. Ancaman yang terucap dari bibirnya membuat akal sehat ini mati. Kata-kata itu terus terngiang di alat pendengaranku.
“Sayaaanng. . . Jika kamu tidak ingin mati, dan keluargamu tidak ingin aku hancurkan, Jangan pernah engkau ceritakan apa pun  yang telah aku lakukan”. ucapnya dengan mata penuh dosa.
Ingin rasanya aku cerita kepada ibu ku atas apa yang aku alami saat ini, tapi apalah daya kala itu logikaku berkarat dan sulit untuk berfikir secara logis, ketakutan ku terlalu menjadi raja dalam hati sehingga membutakan seluruh pikiranku. Langkahku untuk memiliki seorang kekasih pada masa remaja dengan alasan ingin menggoreskan satu kisah manis yang akan terkenang sepanjang masa ternyata celaka besar. Niat ku itu justru menjerumuskan ku pada jurang kehancuran. Hampir dua tahun aku melakukan hubungan seks bebas tanpa sepengetahuan keluarga dan sahabat baiku yang jelas-jelas rasa kasih sayang mereka itu tulus, tidak seperti pria bajingan itu. Sikapku yang semakin hari bertambah gila membuat tanda tanya besar dalam benak sahabatku.
***
Hati ini bergetar ketakutan  jika melihat waktu, Bisikan kejamnya selalu terdengar bising di telingaku, pria licik bernama Ismail membuatku tak pernah memikirkan masa depan.  Lonceng sekolah telah berbunyi suara canda-tawa dan sapa sahabatku membuat aku malu jika melihat diri ini yang telah kotor dan hina, ingin rasanya berganti wajah jika melihat sosok ismail kekasih biadabku saat memasuki pintu kelas. Sapaan penuh cinta palsu selalu ia lakukan di sekolah.

 “Selamat pagi sayank, Apa kabar? Nanti siang seperti biasa ya kita main, “Ucpnya dengan penuh dusta.” Gak bisa, nanti siang aku harus pergi dengan Ratna ku ke toko buku, kamu sadar ga sih?hubungan kita itu gak sehat, kotor. Sekarang lihat sahabatku pergi meninggalkanku, dengan alasan sikapku yang sudah berubah!!. Ooohh jadi kamu pilih mereka di bandingkan saya? Oke kalau itu pilihan kamu, akan saya sakiti semua sahabat-sahabat kamu itu. “Aku hanya bisa terdiam dengan linangan air mata.
Tuhaaannn. . .Bantu Aku tolong lepaskan ia dari hidupku, aku lelah selalu melanggar semua aturanmu, maafkan diri ini tuhan “Doaku dalam Hati”.

Hubungaku  itu terus berlanjut sampai aku mendapatkan predikat lulus dari sekolahku. Lega rasanya hati ini bisa lulus dengan nilai cukup memuaskan, namun dibalik itu ada seuntas rahasia besar yang menyiksa batin ini dan tak ada satupun sahabatku yang tau. Sampai suatu ketika disaat kita akan memilih masa depan masing-masing, Ratna sahabatku melontarkan pertanyaan yang cukup membuat lidah ini Kaku.

“Zihan. . .selamat ya kamu bisa lulus dengan nilai sempurna, tapi  sejujurnya ada pertanyaan yang selalu mengganjal di hati ini tentang kamu. Aku?Apa itu? Tapi Janji Ya kamu jujur padaku. Oke aku janji aku pasti akan jujur demi persahabatan kita. Sebelumnya maaf maaafff banget han. . .Emmmm Apa benar, Kamu sering tidur bersama Ismail? Itu semua bohong kan han?katakan kalau itu hanya gossip anak-anak sekolah.“Sontak hati ini terkejut bak tersambar petir di siang bolong”.
Kamu kata siapa Rat?Aku. . Aku. . Aku memang sangat mencintai ismail tapi aku tidak akan bertindak sebodoh itu, buktinya aku tidak hamil, itu artinya aku tidak pernah melakukan hal itu. Huuuffttt Syukurlah aku lega mendengar hal itu.pelukan hangatpun ia berikan untukku” Maaf kan aku Ratna. . .Aku terpaksa berbohong padamu, ucap ku dalam hati.

Satu bulan sudah aku lulus SMA, Namun ismail tidak juga berubah, dia terus saja mengajar ku untuk melakukan hubungan seks bebas. Sampai aku terhenti di suatu titik dimana aku harus bertindak nekad, Aku mengajak ibuku untuk berpindah tempat tinggal yang jauh darinya. Bagiku mencari tempat dan suasana baru itu adalah solusi terbaik. Janji dia yang ingin menikahiku hanya kepalsuan belaka, Rayuan manisnya bagaikan racun yang terus menjalar di tubuhku. Aku pergi meninggalkan Kota Kelahiranku tanpa ada satupun sahabatku yang tau, Ini AIB bagiku, tak mungkin aku ceritakan peristiwa ini pada keluargaku terutama kedua orang tua ku. Sampai detik ini kisah pelik itu selalu membuatku takut untuk menjalin kasih dengan seorang pria.
***
“Hidup itu pilihan dan berpikirlah dengan cerdas sebelum engkau memilih.” Kata-kata itu selalu aku ingat sampai saat ini, selalu ada hikmah bagiku di setiap bait peristiwa hidup. 5 tahun memulai suasana baru belum bisa menghilangkan rasa sakit itu, sampai suatu ketika undangan reuni masuk pada facebook ku. Dilema kembali menyapa, ingin rasanya hadir namun aku takut bertemu ismail, namun jika tidak aku rindu pada sahabatku Ratna. Dengan pemikiran yang cukup alot akhirnya aku menghadiri undangan Reuni itu. Suasana rindu antar kawan sangat terasa indah, begitu banyak kisah yang patut aku tiru dari teman-temanku.

 “Ohh ia Han, Kamu masih ingat ismail kan?Mantan kamu Cieeeee. . .Uuhh Ratna apaan sih, itu masa lalu kali.Tapi serius han, aku sedih loh kalau denger kabar dia saat ini,memangnya dia kenapa Ren? Eeemm sudah hampir  2 tahun dia  di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Semenjak kamu tinggalkan dia 5 tahun lalu hidup dia jadi kacau. “Sontak hati tak percaya, namun itulah kehidupan. Manusia akan menerima akibat atas apa yang ia lakukan”. 


Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR