Senin, 21 Juli 2014

Akhir Penantian

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum. ^_^

Apa kabar kawan? Tak terasa ternyata perjuangan kita menahan hawa & nafsu selama kurang lebih satu bulan lamanya akan segera berakhir. Semoga kita bisa bertemu kembali di bulan yang suci dan penuh berkah ini, Rasanya hati ini tidak pernah ingin berpisah dengan bulan yang penuh ampunan. Serta bisa kembali pada hari yang Fitri. Hayoo siapa yang sudah beli baju lebaran? Jangan lupa untuk terus berbagi kebahagiaan ya kawan. Dalam menjalani hidup , manusia seringkali dihadapkan pada dilema dan problematika. Mau tidak mau manusia harus mampu menganalisa dan memahami serta mencari jalan keluar  dari kesulitan dan problem yang sering ditemui. Sebelum mengambil keputusan yang tepat hendaknya kita mampu mengidentifikasi persoalan dengan seksama. Dan pikirkan kembali jika engkau ingin mengambil satu keputusan demi kebahagiaanmu sendiri. Kawan aku punya satu kisah untukmu.

“Akhir Penantian” 



Hampir satu minggu Mak Ipah (bukan nama sebenarnya) menghabiskan waktu senjanya di kursih tua yang sudah reot itu. Namun aktifitas itu bukan kali ini saja ia lakukan. Hampir setiap tahun , menjelang hari raya Idul Fitri, ia pasti seringkali terlihat  duduk di teras rumahnya  sambil menatap sudut jalan, seolah sedang menunggu seseorang yang sebentar lagi akan datang. Mungkin sebenarnya tidak lain yang di tunggu Mak Ipah melainkan keempat anaknya yang sekarang sudah tidak jelas lagi rimbanya. Mereka hilang bagaikan ditelan bumi. Bahkan sebenarnya Mak Ipah sudah hampir kehilangan harapan. Berbagai berita yang datang tentang mereka tidak pernah lagi menjadi perhatiannya. Karena pada akhirnya toh tak ada satupun anak-anaknya yang berniat kembali, meskipun hanya sekedar menjenguk atau mencium tangannya.
Di usianya yang sudah memasuki senja (hampir 85 tahun), tidak ada kebahagiaan yang lebih dirindukannya selain berkumpul  bersama anak-anaknya dan mendengar tawa & canda cucu-cucunya . Wajar saja jika naluri keibuannya tumbuh serta berharap agar ada sosok yang perlahan menuju rumah tuanya dan mencium tanganya yang sudah mulai rapuh dengan penuh kelembutan serta kasih sayang.

Mak Ipah selalu berharap, sebelum ajal tiba menjemputnya, ia bisa melewati hari raya Idul Fitri bersama anak dan cucunya. Makan ketupat bersama, pergi sholat id ke mesjid  bersama dan bersama-sama pula berziarah ke makam suaminya yang telah lebih dulu dipanggil ilahi.Tetapi iya sadar semua itu hanyalah mimpi seorang perempuan tua yang semakin terbatas di penghujung usianya. Keempat anaknya lebih memilih untuk pergi bersama istri-istrinya ke luar pulau demi keegoisan hatinya, tanpa memikirkan nasib seorang ibu yang telah merawatnya sampai ia tumbuh dewasa.

Mak Ipah  yang merupakan guru ngaji dikenal oleh para tetangganya merupakan perempuan pekerja keras, dan sangat taat pada perintah Allah. Ia tidak pernah mengeluh sedikitpun, walaupun tatapan matanya menunjukan rasa kesepian yang sangat mendalam. Iya tau jika keempat anaknya itu sudah tidak pernah peduli lagi padanya. Semua itu ia rasakan tatkala suaminya jatuh sakit, tak ada satupun anaknya yang berniat ingin pulang serta melihat keadaan bapaknya. Sejak itulah Mak Ipah mulai tak peduli dengan kabar berita yang dibawa oleh warga setempat tentang anaknya. Kepergian suaminya ke alam baka tentu saja menorehkan kesedihan yang dalam. Jika hari-hari kemarin Ia masih bisa berbagi beban pada suaminya, kini ia harus menghadapi semua persoalan hidup sebatang kara.

“Mungkin benar kata pepatah, satu orang ibu mampu menjaga dan membesarkan sepuluh orang anaknya, tetapi sepuluh orang anak belum tentu mampu menjaga dan merawat satu orang ibunya”. Demikian pula yang terjadi pada Mak Ipah dan suaminya yang telah berusaha merawat, mendidik dan memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil. 
Anak-anak Mak Ipah  seolah sengaja pergi menjauh dari Ridho kedua orang tuanya. Padahal, bukan harta yang Mak Ipah harapkan. Melainkan kehadiran dan kasih sayang mereka saja sudah dapat menjadi penyejuk hati dan pengobat kerinduan dalam hidupnya.

*****
Ramadhan kali ini seperti ada yang beda pada dirinya. Tampaknya perempuan sepuh itu sudah  memiliki firasat akan terjadi pada dirinya. Iya terus memandangi foto lusuh anak-anaknya yang terpajang di dinding tembok rumahnya yang sudah mulai runtuh.
Esoknya, ketika fajar Idul Fitri menyingsing, semua penduduk , baik orang tua, pemuda maupun anak-anak pergi ke mesjid  untuk meninggikan syiar Islam lewat sholat Idul Fitri  berjamaah. Gema takbir berkumandang  di seluruh penjuru kampung. 
Bersilaturahmi antar rumahpun menjadi rutinitas para tetangga di kampung tersebut. Sejak pagi tadi tak ada satupun warga yang melihat sosok Mak Ipah. Beberapa warga muai mengetuk pintu rumah Mak Ipah. “Assalamualaikum. . . Mak Ipah”, seru para tetangga, namun tak ada jawaban sedikitpun dari sudut rumah Mak Ipah. Karena rasa hawatir yang kian menjadi, para tetanggapun mulai mendobrak pintu rumah Mak Ipah. “Astagfirullah al-Adzim. . .  Ya Allah, Mak Ipah ! “Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sujud sembah mak Ipah di atas sejadah yang sudah lusuh kian menjadi penghujung hidupnya. Ternyata Allah lebih sayang padanya di bandingkan putranya yang selama ini iya besarkan.  Sangatlah beruntung  Mak Ipah meninggal dalamkeadaan benar-benar siap menghadap tuhannya, dan semoga Mak Ipah benar-benar menerima khusnul khatimah. Aamiin



Renungkanlah Kawan, masihkan kalian tidak peduli akan ketulusan dan kasih sayang kedua orang tuamu? Jangan biarkan penyesalan mengahmpiri hidupmu.

Alhamdulilah ^_^
Semoga bermanfaat ya kawan.

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Jumat, 18 Juli 2014

Request Jodoh

Jodoh Bisa di Request? Masa?

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum. kawan :)


Apa yang pertama kali kalian lakukan jika mendengar kata Request? Pasti langsung minta ini-itu donk hehe, ternyata bukan hanya lagu atau menu makanan saja yang bisa di Request,  melainkan semua harapan kita pun bisa di request, tapi ada syaratnya kawan. Apa syaratnya?

Cukup pakai  DUIT sebagian rencana kita bisa terwujud. Lohh kenapa harus  pakai DUIT? Jangan Salah duit yang satu ini beda donk, Arti DUIT disini bukanlah uang melainkan  Doa, Usaha, Ikhtiar dan tawakal kalau di singkat berarti DUIT hehe. Bahkan jodoh yang kita inginkanpun bisa di request loh dengan cara mengajukan proposal pada Allah. Emangnya Allah ngerti proposal? Yaelaaahh jangankan proposal  isi hati kita aja Allah tau kok, Inget bikin proposalnya  harus tulus dan ikhlas jangan proposal yang asal jadi hehe. 
Terus kalau Allah belum juga mendengarkan semua doa-doa kita kenapa? Gak adil banget kan? *Hussstttt STOP berfikir negatif  tentang Allah.

Kawan perlu kalian ingat! Sesungguhnya Allah  itu maha adil, maha tau dan Allah itu maha segalanya.  Jika kamu terus berdoa namun belum juga di kabul itu tandanya  kamu sedang diuji kesabarannya oleh Allah.  Jika diibaratkan hidup ini bagaikan main sinetron,  ada beberapa episode yang memang tidak pernah ingin kita perankan, namun jika sutradara alam (Allah) sudah memberikan naskah yang harus kita hafalkan dan kita pernakan  mau tidak mau harus kita jalankan semaksimal mungkin.  Jika hidup ini hanya ada satu warna, satu rasa dan satu cerita, yang ada hidup ini akan terasa sangat membosankan. Oleh karena itu Allah selalu memberikan kita cerita yang kaya akan rasa dan warna agar kita paham bagaimana arti bersyukur yang sesungguhnya.  Jadi kapan kamu memulai request semua keinginanmu? Gak baik loh punya sejuta mimpi tapi tidak pernah dilakukan eksekusi  satupun.

Aku  saja berani Request jodoh pada-NYA  dan ini bentuk proposalku :

 

Wahai penguasa cinta, sesungguhnya aku ingin bercerita. . .kenapa hati ini selalu terdiam disaat aku memandang wajahnya yang memang tak pernh aku bayangkan sebelumnya.  Setiap malam aku selalu mencari kata-kata puitis seperti yang selalu diajarkan oleh rasullulah S.A.W.

Tuhan sesungguhnya ingin rasanya hati ini dapat memilikinya atas takdirmu. Namun terkadang hati ini bergetar saat membayangkan wajahnya, lidah ini membeku seakan tak bisa lagi berucap. Rasa malu mulai merajai batinku disaat iya tepat berada di kedua bola mataku. 

Wahai Zat yang membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-MU. Janganlah rasa cinta yang aku rasakan saat ini membuatku jauh dan melupakanmu ya Rabb. karena sesungguhnya hanya kepadamulah hati ini mengadu, berkeluh kesah dan berharap.

Ya Rabb. . . jadikanlah rasa cinta ini jalan untuk mendapatkan ridho dan kasih sayangmu. Sesungguhnya engkau tau aku tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah, tidaklah setabah Fatimah, tidaklah sekaya Bilqis dan tidakpula secantik Zulaikha. Aku ini hanyalah wanita akhir zaman yang bercita-cita ingin menjadi istri yang shalelah. Aamiin


Setiap malam aku selalu menangis dan terus berdoa  menanti akan hadirnya jodohku, air mata pada sepertiga malam selalu menjadi saksi akan keikhlasan hati ini. Ya Allah jika memang jodohku masih jauh, maka dekatkanlah, jika sudah dekat maka satukanlah kami dalam ikatan tali suci pernikahan dan jika ini merupakan ujian bagiku, damaikanlah hatiku dengan ketentuanmu Ya Rabb.
Aku yakin yang namanya jodoh itu bukanlah siapa cepat dia dapat , melainkan jodoh itu adalah bila allah tetapkan ia pasti akan kita dapatkan.

Ya Allah sesungguhnya hanya kepadamulah aku titipkan rasa kasih dan sayang ini. Aku percaya engkau maha tau atas apa yang aku rasakan, engkau maha tau segala sesuatu  yang memang baik untuku. aku mohon setiakanlah hatinya untukku. jagalah iya sampai iya menjadi miliku. . . Aamiin

Semoga saja proposalku di acc oleh-NYA Aamiin.

Inget! tuhan itu maha tau mana yang terbaik untuk hambanya. mumpung berdo’a itu masih gratis. Jadi jangan pernah berhenti dan terus berdo’a serta meminta padanya, coba kalau berdoa harus bayar mungkin kita makin malas untuk berdo’a. Kalau kamu tipe orang yang suka Cari yang Gratisan? Ambilah kesempatan Gratis yang tiada batas itu, siapkan segala bentuk Requesan kamu sama Allah ya. Tapi disisi lain kamu juga harus terus berusaha. Karena  Do’a tanpa usaha itu percuma begitupun sebaliknya,  usaha tanpa doa itu akan berakhir sia-sia tidak akan ada keberkahan di dalamnya.



Alhamdulilah, Semoga Bermanfaat kawan.
Wassalamualaikum.

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Kamis, 17 Juli 2014

Kunci

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum.  kawan 


Kalau kita bicara soal mimpi, wah sepertinya di otak kita bahkan di kamar kita sudah penuh dengan catatan seputar mimpi kita, mulai dari mimpi pengen  jadi boss,  pengusaha sukses, pemain film,  dll.  Apapun mimpimu, sebanyak dan setinggi apapun mimpimu itu kejarlah kawan. Soal hasil itu jadikan nomer kesekian dalam pemikiran kamu. Buang rasa pesimis kamu ganti dengan rasa optimis . Karena sebaik-baiknya manusia adalah kita yang memiliki sejuta mimpi. Bermimpi itu gratis ko sama saja seperti  do’a gratiiissss!!! jadi buat kamu  yang paling hoby cari gratisan ya sudah buatlah mimpi sebanyak mungkin. Tapi dengan bermimpi saja tidak cukup tanpa dilakukannya sebuah tindakan, karena keduanya itu penting dan saling membutuhkan.

Di dunia Ini ada orang yang terlihat begitu mudah mendapatkan apa yang dia impikan dan dinginkan,  dan terkadang menimbulkan rasa iri pada hati kita. Tapi ada juga yang selalu berjuang terus menerus  tanpa henti  namun apa yang dia inginkan dan dia harapkan belum juga tercapai. Kita tidak perlu iri pada rizky yang di dapat oleh orang lain, karena  setiap  orang memiliki jalan cerita kehidupan yang berbeda.  Anak kembar saja contohnya, terlihat sama tapi kalau di lihat lebih detail lagi pasti akan terlihat perbedaannya padahal mereka lahir dari saru rahim dan sama-sama ciptaan Allah tapi bukan berarti mereka akan mendapatkan perbedaan kasih sayang dari ibunya. oleh karena itu bersyukurah pada Allah yang maha pemberi rizky, maha pengasih dan maha penyayang.  Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Oleh karena itu jika sampai saat ini mimpi yang kita inginkan belum kita capai ya bersabarlah karena  mungkin hal yang kita pinta itu pada kenyataannya belum kita butuhkan. Allah maha tau segalanya.

Balik lagi berbicara soal mimpi yang belum juga tercapai, dilihat dari segi usaha . . .berdoa sudah, bekerja keras tanpa kenal lelah dan waktu itu sudah pasti di lakukan, lalu apa yang kurang? Saking terlalu focus sama semua mimpi kamu sampai ada yang kamu lupakan, ternyata Pintu mimpi itu punya Kunci. Dan kunci dari semua  mimpimu itu adalah Doa dan Restu dari orang tuamu yang telah melahirkan dan membesarkanmu sampai kamu berani membuat mimpi yang harus kamu wujudkan. Masih ingat nasehat allah? Ridhoku (Allah) sesungguhnya ada pada ridho kedua orang tuamum, dan Murkaku sesungguhnya ada pada murka kedua orang tuamu. Kamu boleh terus berdoa pada Allah, bekerja keras mati-matian demi terciptanya satu mimpi yang sangat kamu inginkan. Tapi ingat semua itu bagaikan debu yang tertiup angin jika kamu tidak pernah meminta doa dan restu dari kedua orang tuamu. Oleh karena itu bahagiakanlah ibu dan bapakmu sayangilah mereka, dengan begitu Allah akan mempermudah segala sesuatu yang akn menjadi urusanmu kelak. Didunia ini sudah banyak contoh orang yang  hidup kaya-raya namun mereka lupa dan tidak menghargai kedua orang tuanya lihatlah dikemudian hari iya kembali pada masa lalunya yang sulit. Namun lihatlah orang-orang yang selalu menghormati kedua orang tuanya hidupnya bahagia dikemudian hari dan selalu mendapatkan nikmat dan keberkahan.  Oleh karena itu selama kita masih diberikan kesempatan oleh allah untuk membahagiakan kedua orang tua kita manfaatkanlah semaksimal mungkin, pintalah doa restu dari mereka agar kelak hidup kita akan terus bahagia. Aamiin

Ingat Kunci Impianmu adalah Doa dan Restu kedua Orangtuamu.



Alhamdulilah, Semoga Bermanfaat kawan :) #DNR
Wassalamualaikum