Minggu, 16 November 2014

Cermin Hati.

CERMIN HATI 


Awan hitam mulai menutupi pandanganku, Kisah klasik dunia remaja yang  kental akan  cinta membuat air mata ini terus berlinang membasahi pipi. Kisah cinta yang aku alami bak Seekor srigala yang meraung kesakitan tertancap panah beracun.
Tuhan selalu mengajarkan kita tentang Arti Cinta yang sesungguhnya dan benar. Namun kisah cinta remaja yang seharusnya terkenang indah  pupus sudah . Dunia ini terkesan kejam untuk ku setelah aku mengenal pria yang aku anggap dia Hebat. Aku tak pernah menyangka jika masa depanku akan hancur karnanya. Pria yang aku pikir merupakan sosok panutan bagiku semua itu hancur bertebaran bagaikan debu jalanan. Tak pernah aku sangka jika garis takdir kelam mewarnai kisah hidupku. Aku benci dia Benciiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!. Aku Sadar  lisan ini tidak pantas jika harus berkata “ Tuhan Itu Tidak Adil!!!”, karena susungguhnya tuhan itu maha adil namun karena diriku saja yang bodoh sehingga hal pahit ini harus terjadi dalam hidupku.
Perkenalan ku 5 tahun silam di masa putih Abu-abu membuat batin ku menderita sampai detik ini, bayangan kelam selalu membayangi  pandanganku. Jika saja saat itu aku tidak pernah ingin menjadi kekasihnya, Sangatlah jelas hal semacam ini tidak akan pernah terjadi. Kepolosanku ia manfaatkan demi kepuasan diri, kebiadaban sikapnya telah tega merenggut  kesucianku!!.

Setiap detik rasa lelah  dan takut kerap menyelimutiku, Ingin ku hempaskan raga ini sampai ke ujung langit, Raga yang sangatlah  kotor dan menjijikan,  jiwa ini hina, Bodohnya aku yang terus menghianati Tuhan. Aku selalu bungkam atas seluruh pristiwa yang aku alami. Ancaman yang terucap dari bibirnya membuat akal sehat ini mati. Kata-kata itu terus terngiang di alat pendengaranku.
“Sayaaanng. . . Jika kamu tidak ingin mati, dan keluargamu tidak ingin aku hancurkan, Jangan pernah engkau ceritakan apa pun  yang telah aku lakukan”. ucapnya dengan mata penuh dosa.
Ingin rasanya aku cerita kepada ibu ku atas apa yang aku alami saat ini, tapi apalah daya kala itu logikaku berkarat dan sulit untuk berfikir secara logis, ketakutan ku terlalu menjadi raja dalam hati sehingga membutakan seluruh pikiranku. Langkahku untuk memiliki seorang kekasih pada masa remaja dengan alasan ingin menggoreskan satu kisah manis yang akan terkenang sepanjang masa ternyata celaka besar. Niat ku itu justru menjerumuskan ku pada jurang kehancuran. Hampir dua tahun aku melakukan hubungan seks bebas tanpa sepengetahuan keluarga dan sahabat baiku yang jelas-jelas rasa kasih sayang mereka itu tulus, tidak seperti pria bajingan itu. Sikapku yang semakin hari bertambah gila membuat tanda tanya besar dalam benak sahabatku.
***
Hati ini bergetar ketakutan  jika melihat waktu, Bisikan kejamnya selalu terdengar bising di telingaku, pria licik bernama Ismail membuatku tak pernah memikirkan masa depan.  Lonceng sekolah telah berbunyi suara canda-tawa dan sapa sahabatku membuat aku malu jika melihat diri ini yang telah kotor dan hina, ingin rasanya berganti wajah jika melihat sosok ismail kekasih biadabku saat memasuki pintu kelas. Sapaan penuh cinta palsu selalu ia lakukan di sekolah.

 “Selamat pagi sayank, Apa kabar? Nanti siang seperti biasa ya kita main, “Ucpnya dengan penuh dusta.” Gak bisa, nanti siang aku harus pergi dengan Ratna ku ke toko buku, kamu sadar ga sih?hubungan kita itu gak sehat, kotor. Sekarang lihat sahabatku pergi meninggalkanku, dengan alasan sikapku yang sudah berubah!!. Ooohh jadi kamu pilih mereka di bandingkan saya? Oke kalau itu pilihan kamu, akan saya sakiti semua sahabat-sahabat kamu itu. “Aku hanya bisa terdiam dengan linangan air mata.
Tuhaaannn. . .Bantu Aku tolong lepaskan ia dari hidupku, aku lelah selalu melanggar semua aturanmu, maafkan diri ini tuhan “Doaku dalam Hati”.

Hubungaku  itu terus berlanjut sampai aku mendapatkan predikat lulus dari sekolahku. Lega rasanya hati ini bisa lulus dengan nilai cukup memuaskan, namun dibalik itu ada seuntas rahasia besar yang menyiksa batin ini dan tak ada satupun sahabatku yang tau. Sampai suatu ketika disaat kita akan memilih masa depan masing-masing, Ratna sahabatku melontarkan pertanyaan yang cukup membuat lidah ini Kaku.

“Zihan. . .selamat ya kamu bisa lulus dengan nilai sempurna, tapi  sejujurnya ada pertanyaan yang selalu mengganjal di hati ini tentang kamu. Aku?Apa itu? Tapi Janji Ya kamu jujur padaku. Oke aku janji aku pasti akan jujur demi persahabatan kita. Sebelumnya maaf maaafff banget han. . .Emmmm Apa benar, Kamu sering tidur bersama Ismail? Itu semua bohong kan han?katakan kalau itu hanya gossip anak-anak sekolah.“Sontak hati ini terkejut bak tersambar petir di siang bolong”.
Kamu kata siapa Rat?Aku. . Aku. . Aku memang sangat mencintai ismail tapi aku tidak akan bertindak sebodoh itu, buktinya aku tidak hamil, itu artinya aku tidak pernah melakukan hal itu. Huuuffttt Syukurlah aku lega mendengar hal itu.pelukan hangatpun ia berikan untukku” Maaf kan aku Ratna. . .Aku terpaksa berbohong padamu, ucap ku dalam hati.

Satu bulan sudah aku lulus SMA, Namun ismail tidak juga berubah, dia terus saja mengajar ku untuk melakukan hubungan seks bebas. Sampai aku terhenti di suatu titik dimana aku harus bertindak nekad, Aku mengajak ibuku untuk berpindah tempat tinggal yang jauh darinya. Bagiku mencari tempat dan suasana baru itu adalah solusi terbaik. Janji dia yang ingin menikahiku hanya kepalsuan belaka, Rayuan manisnya bagaikan racun yang terus menjalar di tubuhku. Aku pergi meninggalkan Kota Kelahiranku tanpa ada satupun sahabatku yang tau, Ini AIB bagiku, tak mungkin aku ceritakan peristiwa ini pada keluargaku terutama kedua orang tua ku. Sampai detik ini kisah pelik itu selalu membuatku takut untuk menjalin kasih dengan seorang pria.
***
“Hidup itu pilihan dan berpikirlah dengan cerdas sebelum engkau memilih.” Kata-kata itu selalu aku ingat sampai saat ini, selalu ada hikmah bagiku di setiap bait peristiwa hidup. 5 tahun memulai suasana baru belum bisa menghilangkan rasa sakit itu, sampai suatu ketika undangan reuni masuk pada facebook ku. Dilema kembali menyapa, ingin rasanya hadir namun aku takut bertemu ismail, namun jika tidak aku rindu pada sahabatku Ratna. Dengan pemikiran yang cukup alot akhirnya aku menghadiri undangan Reuni itu. Suasana rindu antar kawan sangat terasa indah, begitu banyak kisah yang patut aku tiru dari teman-temanku.

 “Ohh ia Han, Kamu masih ingat ismail kan?Mantan kamu Cieeeee. . .Uuhh Ratna apaan sih, itu masa lalu kali.Tapi serius han, aku sedih loh kalau denger kabar dia saat ini,memangnya dia kenapa Ren? Eeemm sudah hampir  2 tahun dia  di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Semenjak kamu tinggalkan dia 5 tahun lalu hidup dia jadi kacau. “Sontak hati tak percaya, namun itulah kehidupan. Manusia akan menerima akibat atas apa yang ia lakukan”. 


Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Senin, 29 September 2014

La Tahzan

“Hadiah Dari-Nya”
“Setialah, Maka tuhan akan setiakan ia untukmu”.

Tuhan. . . engkau maha tau akan segala Sesutu yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya, aku hanyalah seorang wanita biasa yang  terlahir dari keluarga seorang petani yang  menghabiskan sisa hidupnya di bawah terik sinar matahari, tak peduli akan cuaca yang terkadang menyisakan rasa panas yang begitu dahsyat. Walaupun bapak ku tidak pernah mengenal bangku sekolah, serta ibuku hanya lulusan Sekolah Dasar, namun semangat kami luar biasa dalam menjalani hidup. Kepergian ayahku 18 tahun lalu menjadi pukulan terbesar untuk ibu ku yang harus menerima status janda, serta harus siap menghidupi ke enam anaknya. Ibu ku memang luar biasa hebat ! sekaligus pahlawan bagi ku. Ketaatannya kepada sang pencipta membuat ia kuat menghadapi semua terpaan hidup, karena baginya anak-anaklah yang menjadi suplemen untuknya. Satu persatu kelima sodaraku memutuskan untuk  membina rumah tangga, satu nasehat yang selalu ibu sampaikan untuk putra-putrinya sebelum menikah.

“Untuk Putraku, Jadilah imam yang baik untuk keluargamu dan peliharalah sholatmu, dan teruntuk putriku, jadilah ma’mum yang baik jadilah perempuan yang selalu dirindukan oleh suamimu, layanilah  ia sebaik mungkin dan jagalah sholatmu nak”.

Senang rasanya jika melihat tawa-canda dari ponakanku yang begitu lugu, namun terkadang terselip rasa sedih jika mendengar kata MENIKAH? Karena sampai detik ini tuhan belum mempercayaiku untuk bisa membangun bahtera rumah tangga. Rasa sepi terkadang menyelimuti hati ini, berkali-kali aku menjalin hubungan dengan seorang pria namun selalu terhenti dengan status yang tak pernah pasti. Tinggal di lingkungan pedesaan memberikan kesan tersendiri terkait usiaku yang sudah tidak muda membuat kata JODOH itu selalu menghantui pikranku. Terkadang air mata ini tak tertahankan disaat ibu ku menanyanyakan soal PERNIKAHAN? Seakan-akan semua jawaban yang aku berikan telah terpakai tanpa sisa. Namun secercah cahaya akan” siapa Jodohku?!”  mulai menemui titik terang, mungkin tuhan telah mendengarkan do’a-doa’ku selama ini. Tepat  18 April 2013 Tuhan memberikanku HADIAH yang luaaarrrr biasa indah, tepat hari itu menjdi awal pertemuan kami.  Mengenal dia merupakan anugerah terindah bagiku, aku selalu meminta pada-Nya agar aku bisa dipertemukan dengan sosok pria yang kaya imannya, tampan Akhlaknya, serta sifatnya  yang selalu menjadi contoh baik untuk anak-anaknya kelak. Ntah kenapa walaupun aku belum begitu akrab dengan namanya, namun hati ini yakin jika dia bisa membawaku pada satu keidupan yang akan jauh lebih baik. Hati yang mulai rapuh kembali kokoh, iman yang mulai pudar kembali kuat, impian yang mulai hancur kembali terkonsep setelah tuhan mempertemukan aku dan dia.  Sifatnya yang begitu taqwa akan perintah Allah, kecerdasannya dalam menyikapi persoalan hidup,  ketampanan raga serta kemurahan hati merupakan sifat yang Allah berikan padanya.  Tuhan. . . ingin rasanya raga ini dapat bersanding dengannya

* * *.
Setahun Sudah aku mengenal dia, perbedaan Kasta  bukan halangan bagi kami untuk  berniat membina rumah tangga, karena kita percaya bahwa rencana Allah itu sangatlah  indah sangaaatttt indah !!! Tepat 29 Agustus 2014 Aku dilamar oleh kekasihku, rasa gugup dan kaku terlihat jelas dari wajahku, hanya senyuman malu yang aku ekspresikan malam itu. Untuk berkata  “Iya” saja rasanya sulit. Insyaallah dia adalah pria pertama dan terakhir yang hadir dalam hidupku, hati ini sangatlah tenang ketika keseriusan itu ia buktikan padaku. Tak mudah meyakinkan hati kedua orang tuanya akan ketulusan cinta ini. Memang terkesan aku yang memaksakan diri seakan-akan aku yang terus mengejar dia, Aku tidak peduli akan penilaian orang-orang tentang ku.  Karena yang aku lihat adalah dia berbeda dengan pria-pria sebelumnya yang pernah hadir dalam hidupku. Aku mencintainya karena Allah, oleh karna itu akupun ingin bersamanya karna Allah. Aku hadiahkan sepucuk surat yang menandakan sebuah ketulusan pada kekasihku malam itu.


Cirebon, 29 Agustus 2014
Teruntuk Calon Imamku,



Terimakasih kamu sudah berniat untuk meminangku malam ini, proses yang cukup sulit bagiku untuk bisa bersatu denganmu,  mimpiku untuk bisa menjadi ma’mum engkau memang belum selesai malam ini, karena masih ada beberapa langkah lagi yang harus aku jalani. Namun aku yakin aku dan kamu pasti akan bersama  atas Izin Allah. Sudah cukup bagiku mengenal sikapmu, hati ini sangat ikhlas menerima semua keadaanmu, Aku tau menjalani kehidupan rumah tangga tidak seindah dan semanis yang kita banayangkan, namun tak ada salahnya kan jika aku berharap kita bisa terus bersama sampai ajal menjemput.  Kamu adalah pria yang sangat indah bagiku, pria yang sempurna dimataku. Aku sangat bersyukur bisa mengenalmu “Hamka” !!

Jika aku nanti sudah SAH menjadi istrimu. Jangan pernah lelah mengajarkanku untuk bisa menjadi wanita yang solehah, menjadi wanita yang kuat, wanita yang cerdas untuk anak-anaknya, wanita yang sempurna bagi keluarga kecilnya, dan Jika tuhan mengizinkan kita bersatu aku Mohon Jangan pernah lelah engkau  membimbing kami untuk terus bisa menjadi keluarga yang selalu mendapat rahmat Allah. . . Aamiin.

Dan satu lagi sayank, jangan ngomel ya kalau nanti masakanku gosong atau terlalu asin. JANJI???Awaaassss ya kalau marah nanti aku kabur ke warteg  loh hehe. Yang pasti aku akan terus belajar dan berusaha untuk bisa menjadi istri yang baik untukmu. Pokonya kamu gak akan nyesel deh udah milih aku :D Narsis.com

Salam Sayang, 
Rahma :D

* * *
Menjalani kehidupan  sepasangan pengantin baru yang harus terpisah oleh jarak dan waktu selama tiga tahun bukanlah perkara yang mudah. Diskusi yang selalu kita lakukan sebelum memutuskan sebuah perkara membuat kita bisa memahami dan mengurangi  rasa ego pada diri kita Masing-masing. Dapat bekerja di Negri bunga sakura “Jepang” adalah mimpi terbesarnya, melihat kerja keras yang ia lakukan untuk bisa bekerja disana membuat diri ini harus ikhlas menjalani kehidupan rumah tangga tanpa seorang suami tercita.
Angan-anagnku untuk bisa melayaninya setiap hari harus tertahan demi satu mimpi besarnya.  Sudah jelas tergambar akan  banyak sekali cobaan dan ujian yang harus aku jalani tanpa ada istilah tawar menawar, namun itulah Hidup. HARUS MEMILIH !!! dan itulah kehidupan selalu memiliki cerita yang BERBEDA. Namun jika sutradara Alam (Allah) Sudah memulai skenarionya kita harus siap menjalankan peran itu sebaik mungkin.  La Tahzan. . Bahagia Itu Pasti !!

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Kamis, 21 Agustus 2014

Ada Yang masih Ingat Kisah cinta yang Satu Ini?

"Sepuluh Tahun Aku Membenci Suamiku"

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ... Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya .Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya. “Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara.

Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat, kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.

Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku.
Si punya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera.Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. 

Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara. Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai.Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu.Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana.Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya.Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang. Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!


Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya , tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikanny a atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

^_^






.






Minggu, 17 Agustus 2014

Motivasi Hidup

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum. kawan :)

"  Secangkir KOPI "


Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata "KOPI"? 

Kisah ini berawal pada acar reuni SMA pekan lalu, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka tempo dulu. Melihat para alumni ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka satu sama lain, guru tersebut segera bergegas ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yg terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

Guru tersebut  menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, " Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus & kini yg tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya".Ujar sang Guru.

" Hidup kita diibaratkan seperti kopi, sedangkan cangkirnya merupakan pekerjaan, jabatan, & harta benda yg kita miliki."

Cara menikmati kehidupan hampir sama dengan menikmati kopi. Kenikmatan kopi tidak tergantung dengan cangkir atau gelas. Demikian juga kenikmatan kehidupan tidak tergatung dengan harta dan kedudukan. Kenikmatan kehidupan adalah bagaimana CARA menikmati, yaitu dengan sabar, syukur dan ikhlas.


Semoga cerita singkat ini bermanfaat ya Kawan ^_^
Wassalamualaikum.

Senin, 21 Juli 2014

Akhir Penantian

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum. ^_^

Apa kabar kawan? Tak terasa ternyata perjuangan kita menahan hawa & nafsu selama kurang lebih satu bulan lamanya akan segera berakhir. Semoga kita bisa bertemu kembali di bulan yang suci dan penuh berkah ini, Rasanya hati ini tidak pernah ingin berpisah dengan bulan yang penuh ampunan. Serta bisa kembali pada hari yang Fitri. Hayoo siapa yang sudah beli baju lebaran? Jangan lupa untuk terus berbagi kebahagiaan ya kawan. Dalam menjalani hidup , manusia seringkali dihadapkan pada dilema dan problematika. Mau tidak mau manusia harus mampu menganalisa dan memahami serta mencari jalan keluar  dari kesulitan dan problem yang sering ditemui. Sebelum mengambil keputusan yang tepat hendaknya kita mampu mengidentifikasi persoalan dengan seksama. Dan pikirkan kembali jika engkau ingin mengambil satu keputusan demi kebahagiaanmu sendiri. Kawan aku punya satu kisah untukmu.

“Akhir Penantian” 



Hampir satu minggu Mak Ipah (bukan nama sebenarnya) menghabiskan waktu senjanya di kursih tua yang sudah reot itu. Namun aktifitas itu bukan kali ini saja ia lakukan. Hampir setiap tahun , menjelang hari raya Idul Fitri, ia pasti seringkali terlihat  duduk di teras rumahnya  sambil menatap sudut jalan, seolah sedang menunggu seseorang yang sebentar lagi akan datang. Mungkin sebenarnya tidak lain yang di tunggu Mak Ipah melainkan keempat anaknya yang sekarang sudah tidak jelas lagi rimbanya. Mereka hilang bagaikan ditelan bumi. Bahkan sebenarnya Mak Ipah sudah hampir kehilangan harapan. Berbagai berita yang datang tentang mereka tidak pernah lagi menjadi perhatiannya. Karena pada akhirnya toh tak ada satupun anak-anaknya yang berniat kembali, meskipun hanya sekedar menjenguk atau mencium tangannya.
Di usianya yang sudah memasuki senja (hampir 85 tahun), tidak ada kebahagiaan yang lebih dirindukannya selain berkumpul  bersama anak-anaknya dan mendengar tawa & canda cucu-cucunya . Wajar saja jika naluri keibuannya tumbuh serta berharap agar ada sosok yang perlahan menuju rumah tuanya dan mencium tanganya yang sudah mulai rapuh dengan penuh kelembutan serta kasih sayang.

Mak Ipah selalu berharap, sebelum ajal tiba menjemputnya, ia bisa melewati hari raya Idul Fitri bersama anak dan cucunya. Makan ketupat bersama, pergi sholat id ke mesjid  bersama dan bersama-sama pula berziarah ke makam suaminya yang telah lebih dulu dipanggil ilahi.Tetapi iya sadar semua itu hanyalah mimpi seorang perempuan tua yang semakin terbatas di penghujung usianya. Keempat anaknya lebih memilih untuk pergi bersama istri-istrinya ke luar pulau demi keegoisan hatinya, tanpa memikirkan nasib seorang ibu yang telah merawatnya sampai ia tumbuh dewasa.

Mak Ipah  yang merupakan guru ngaji dikenal oleh para tetangganya merupakan perempuan pekerja keras, dan sangat taat pada perintah Allah. Ia tidak pernah mengeluh sedikitpun, walaupun tatapan matanya menunjukan rasa kesepian yang sangat mendalam. Iya tau jika keempat anaknya itu sudah tidak pernah peduli lagi padanya. Semua itu ia rasakan tatkala suaminya jatuh sakit, tak ada satupun anaknya yang berniat ingin pulang serta melihat keadaan bapaknya. Sejak itulah Mak Ipah mulai tak peduli dengan kabar berita yang dibawa oleh warga setempat tentang anaknya. Kepergian suaminya ke alam baka tentu saja menorehkan kesedihan yang dalam. Jika hari-hari kemarin Ia masih bisa berbagi beban pada suaminya, kini ia harus menghadapi semua persoalan hidup sebatang kara.

“Mungkin benar kata pepatah, satu orang ibu mampu menjaga dan membesarkan sepuluh orang anaknya, tetapi sepuluh orang anak belum tentu mampu menjaga dan merawat satu orang ibunya”. Demikian pula yang terjadi pada Mak Ipah dan suaminya yang telah berusaha merawat, mendidik dan memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil. 
Anak-anak Mak Ipah  seolah sengaja pergi menjauh dari Ridho kedua orang tuanya. Padahal, bukan harta yang Mak Ipah harapkan. Melainkan kehadiran dan kasih sayang mereka saja sudah dapat menjadi penyejuk hati dan pengobat kerinduan dalam hidupnya.

*****
Ramadhan kali ini seperti ada yang beda pada dirinya. Tampaknya perempuan sepuh itu sudah  memiliki firasat akan terjadi pada dirinya. Iya terus memandangi foto lusuh anak-anaknya yang terpajang di dinding tembok rumahnya yang sudah mulai runtuh.
Esoknya, ketika fajar Idul Fitri menyingsing, semua penduduk , baik orang tua, pemuda maupun anak-anak pergi ke mesjid  untuk meninggikan syiar Islam lewat sholat Idul Fitri  berjamaah. Gema takbir berkumandang  di seluruh penjuru kampung. 
Bersilaturahmi antar rumahpun menjadi rutinitas para tetangga di kampung tersebut. Sejak pagi tadi tak ada satupun warga yang melihat sosok Mak Ipah. Beberapa warga muai mengetuk pintu rumah Mak Ipah. “Assalamualaikum. . . Mak Ipah”, seru para tetangga, namun tak ada jawaban sedikitpun dari sudut rumah Mak Ipah. Karena rasa hawatir yang kian menjadi, para tetanggapun mulai mendobrak pintu rumah Mak Ipah. “Astagfirullah al-Adzim. . .  Ya Allah, Mak Ipah ! “Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sujud sembah mak Ipah di atas sejadah yang sudah lusuh kian menjadi penghujung hidupnya. Ternyata Allah lebih sayang padanya di bandingkan putranya yang selama ini iya besarkan.  Sangatlah beruntung  Mak Ipah meninggal dalamkeadaan benar-benar siap menghadap tuhannya, dan semoga Mak Ipah benar-benar menerima khusnul khatimah. Aamiin



Renungkanlah Kawan, masihkan kalian tidak peduli akan ketulusan dan kasih sayang kedua orang tuamu? Jangan biarkan penyesalan mengahmpiri hidupmu.

Alhamdulilah ^_^
Semoga bermanfaat ya kawan.

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Jumat, 18 Juli 2014

Request Jodoh

Jodoh Bisa di Request? Masa?

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum. kawan :)


Apa yang pertama kali kalian lakukan jika mendengar kata Request? Pasti langsung minta ini-itu donk hehe, ternyata bukan hanya lagu atau menu makanan saja yang bisa di Request,  melainkan semua harapan kita pun bisa di request, tapi ada syaratnya kawan. Apa syaratnya?

Cukup pakai  DUIT sebagian rencana kita bisa terwujud. Lohh kenapa harus  pakai DUIT? Jangan Salah duit yang satu ini beda donk, Arti DUIT disini bukanlah uang melainkan  Doa, Usaha, Ikhtiar dan tawakal kalau di singkat berarti DUIT hehe. Bahkan jodoh yang kita inginkanpun bisa di request loh dengan cara mengajukan proposal pada Allah. Emangnya Allah ngerti proposal? Yaelaaahh jangankan proposal  isi hati kita aja Allah tau kok, Inget bikin proposalnya  harus tulus dan ikhlas jangan proposal yang asal jadi hehe. 
Terus kalau Allah belum juga mendengarkan semua doa-doa kita kenapa? Gak adil banget kan? *Hussstttt STOP berfikir negatif  tentang Allah.

Kawan perlu kalian ingat! Sesungguhnya Allah  itu maha adil, maha tau dan Allah itu maha segalanya.  Jika kamu terus berdoa namun belum juga di kabul itu tandanya  kamu sedang diuji kesabarannya oleh Allah.  Jika diibaratkan hidup ini bagaikan main sinetron,  ada beberapa episode yang memang tidak pernah ingin kita perankan, namun jika sutradara alam (Allah) sudah memberikan naskah yang harus kita hafalkan dan kita pernakan  mau tidak mau harus kita jalankan semaksimal mungkin.  Jika hidup ini hanya ada satu warna, satu rasa dan satu cerita, yang ada hidup ini akan terasa sangat membosankan. Oleh karena itu Allah selalu memberikan kita cerita yang kaya akan rasa dan warna agar kita paham bagaimana arti bersyukur yang sesungguhnya.  Jadi kapan kamu memulai request semua keinginanmu? Gak baik loh punya sejuta mimpi tapi tidak pernah dilakukan eksekusi  satupun.

Aku  saja berani Request jodoh pada-NYA  dan ini bentuk proposalku :

 

Wahai penguasa cinta, sesungguhnya aku ingin bercerita. . .kenapa hati ini selalu terdiam disaat aku memandang wajahnya yang memang tak pernh aku bayangkan sebelumnya.  Setiap malam aku selalu mencari kata-kata puitis seperti yang selalu diajarkan oleh rasullulah S.A.W.

Tuhan sesungguhnya ingin rasanya hati ini dapat memilikinya atas takdirmu. Namun terkadang hati ini bergetar saat membayangkan wajahnya, lidah ini membeku seakan tak bisa lagi berucap. Rasa malu mulai merajai batinku disaat iya tepat berada di kedua bola mataku. 

Wahai Zat yang membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-MU. Janganlah rasa cinta yang aku rasakan saat ini membuatku jauh dan melupakanmu ya Rabb. karena sesungguhnya hanya kepadamulah hati ini mengadu, berkeluh kesah dan berharap.

Ya Rabb. . . jadikanlah rasa cinta ini jalan untuk mendapatkan ridho dan kasih sayangmu. Sesungguhnya engkau tau aku tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah, tidaklah setabah Fatimah, tidaklah sekaya Bilqis dan tidakpula secantik Zulaikha. Aku ini hanyalah wanita akhir zaman yang bercita-cita ingin menjadi istri yang shalelah. Aamiin


Setiap malam aku selalu menangis dan terus berdoa  menanti akan hadirnya jodohku, air mata pada sepertiga malam selalu menjadi saksi akan keikhlasan hati ini. Ya Allah jika memang jodohku masih jauh, maka dekatkanlah, jika sudah dekat maka satukanlah kami dalam ikatan tali suci pernikahan dan jika ini merupakan ujian bagiku, damaikanlah hatiku dengan ketentuanmu Ya Rabb.
Aku yakin yang namanya jodoh itu bukanlah siapa cepat dia dapat , melainkan jodoh itu adalah bila allah tetapkan ia pasti akan kita dapatkan.

Ya Allah sesungguhnya hanya kepadamulah aku titipkan rasa kasih dan sayang ini. Aku percaya engkau maha tau atas apa yang aku rasakan, engkau maha tau segala sesuatu  yang memang baik untuku. aku mohon setiakanlah hatinya untukku. jagalah iya sampai iya menjadi miliku. . . Aamiin

Semoga saja proposalku di acc oleh-NYA Aamiin.

Inget! tuhan itu maha tau mana yang terbaik untuk hambanya. mumpung berdo’a itu masih gratis. Jadi jangan pernah berhenti dan terus berdo’a serta meminta padanya, coba kalau berdoa harus bayar mungkin kita makin malas untuk berdo’a. Kalau kamu tipe orang yang suka Cari yang Gratisan? Ambilah kesempatan Gratis yang tiada batas itu, siapkan segala bentuk Requesan kamu sama Allah ya. Tapi disisi lain kamu juga harus terus berusaha. Karena  Do’a tanpa usaha itu percuma begitupun sebaliknya,  usaha tanpa doa itu akan berakhir sia-sia tidak akan ada keberkahan di dalamnya.



Alhamdulilah, Semoga Bermanfaat kawan.
Wassalamualaikum.

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Kamis, 17 Juli 2014

Kunci

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Assalamualaikum.  kawan 


Kalau kita bicara soal mimpi, wah sepertinya di otak kita bahkan di kamar kita sudah penuh dengan catatan seputar mimpi kita, mulai dari mimpi pengen  jadi boss,  pengusaha sukses, pemain film,  dll.  Apapun mimpimu, sebanyak dan setinggi apapun mimpimu itu kejarlah kawan. Soal hasil itu jadikan nomer kesekian dalam pemikiran kamu. Buang rasa pesimis kamu ganti dengan rasa optimis . Karena sebaik-baiknya manusia adalah kita yang memiliki sejuta mimpi. Bermimpi itu gratis ko sama saja seperti  do’a gratiiissss!!! jadi buat kamu  yang paling hoby cari gratisan ya sudah buatlah mimpi sebanyak mungkin. Tapi dengan bermimpi saja tidak cukup tanpa dilakukannya sebuah tindakan, karena keduanya itu penting dan saling membutuhkan.

Di dunia Ini ada orang yang terlihat begitu mudah mendapatkan apa yang dia impikan dan dinginkan,  dan terkadang menimbulkan rasa iri pada hati kita. Tapi ada juga yang selalu berjuang terus menerus  tanpa henti  namun apa yang dia inginkan dan dia harapkan belum juga tercapai. Kita tidak perlu iri pada rizky yang di dapat oleh orang lain, karena  setiap  orang memiliki jalan cerita kehidupan yang berbeda.  Anak kembar saja contohnya, terlihat sama tapi kalau di lihat lebih detail lagi pasti akan terlihat perbedaannya padahal mereka lahir dari saru rahim dan sama-sama ciptaan Allah tapi bukan berarti mereka akan mendapatkan perbedaan kasih sayang dari ibunya. oleh karena itu bersyukurah pada Allah yang maha pemberi rizky, maha pengasih dan maha penyayang.  Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Oleh karena itu jika sampai saat ini mimpi yang kita inginkan belum kita capai ya bersabarlah karena  mungkin hal yang kita pinta itu pada kenyataannya belum kita butuhkan. Allah maha tau segalanya.

Balik lagi berbicara soal mimpi yang belum juga tercapai, dilihat dari segi usaha . . .berdoa sudah, bekerja keras tanpa kenal lelah dan waktu itu sudah pasti di lakukan, lalu apa yang kurang? Saking terlalu focus sama semua mimpi kamu sampai ada yang kamu lupakan, ternyata Pintu mimpi itu punya Kunci. Dan kunci dari semua  mimpimu itu adalah Doa dan Restu dari orang tuamu yang telah melahirkan dan membesarkanmu sampai kamu berani membuat mimpi yang harus kamu wujudkan. Masih ingat nasehat allah? Ridhoku (Allah) sesungguhnya ada pada ridho kedua orang tuamum, dan Murkaku sesungguhnya ada pada murka kedua orang tuamu. Kamu boleh terus berdoa pada Allah, bekerja keras mati-matian demi terciptanya satu mimpi yang sangat kamu inginkan. Tapi ingat semua itu bagaikan debu yang tertiup angin jika kamu tidak pernah meminta doa dan restu dari kedua orang tuamu. Oleh karena itu bahagiakanlah ibu dan bapakmu sayangilah mereka, dengan begitu Allah akan mempermudah segala sesuatu yang akn menjadi urusanmu kelak. Didunia ini sudah banyak contoh orang yang  hidup kaya-raya namun mereka lupa dan tidak menghargai kedua orang tuanya lihatlah dikemudian hari iya kembali pada masa lalunya yang sulit. Namun lihatlah orang-orang yang selalu menghormati kedua orang tuanya hidupnya bahagia dikemudian hari dan selalu mendapatkan nikmat dan keberkahan.  Oleh karena itu selama kita masih diberikan kesempatan oleh allah untuk membahagiakan kedua orang tua kita manfaatkanlah semaksimal mungkin, pintalah doa restu dari mereka agar kelak hidup kita akan terus bahagia. Aamiin

Ingat Kunci Impianmu adalah Doa dan Restu kedua Orangtuamu.



Alhamdulilah, Semoga Bermanfaat kawan :) #DNR
Wassalamualaikum


Jumat, 25 April 2014

Cintamu Sangatlah Indah. . .

Inilah Cinta Karena Allah S.W.T

Tak terasa air mata ini ikut menetes membasahi pipi ketika membaca kisah ini,sungguh SETIA wanita ini kepada suami nya,yuk mari kita baca..

Dari luar bilik kamar mayat rumah sakait , seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya..??

Ustadz tadi bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya..

Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya,sambil menangis isteri berkata :

Inilah janji kami sebagai suami isteri,Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu..

Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa :

Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi ALLAH lebih sayang padamu,Wahai suamiku,Semoga ALLAH ampunkan dosamu dan satukan kita di akhirat nanti..

Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata :

Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami,semoga ALLAH Memberi pahala untukmu wahai suami ku..

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata :

Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku,semoga ALLAH Memberi pahala berganda untukmu wahai suamiku..

Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata :

Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku, semoga ALLAH memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda..

Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata :

Terima kasih suamiku,karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia,dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu,dan aku sebagai seorang istri Ridha akan kepergianmu karena kasih sayang ALLAH kepadamu..

SubhanALLAH..
Indahnya saling mencintai karena ALLAH..

Semoga ALLAH Subhanahu Wata'ala merahmati pasangan suami-istri,dan seluruh keluarga yang saling menyayangi dan mencintai karena ALLAH Subhanahu Wata'ala,Aamiin..

Kamis, 24 April 2014

filosofi botol kecap

Dikisahkan ada seorang pengusaha sukses, hidupnya lengkap dengan kemewahan, istri dan anak-anak yang baik di sekelilingnya

Usahanya maju pesat, dia memiliki lebih dari satu perusahaan, peruntungannya bagus, seakan akan uang yang mengejarnya. Hal ini membuatnya menjadi manusia lupa

Ia bermaksiat dengan dunia. judi, mabuk, zina adalah jubah duniawinya. Semua itu berlangsung sampai suatu kejadian menimpanya

Anak ketiga-nya meninggal, ini membuatnya shock, ia terbelalak akan takdir anaknya, dan ia pun bertobat

Setelah bertobat hidupnya berubah 180 deraja
Dia tidak lagi dikejar uang, ia kini dikejar oleh kegagalan dan kebangkrutan
Satu persatu perusahaanya pindah tangan, hutangnya melimpah ruah

Namun disaat yang bersamaan, yaumiyahnya tetap berjalan, malah bertambah tebal, begitu juga imannya

Mulai merasa tidak tenang, ia mendatangi kyai dan ustadz-ustadz, dia meminta petunjuk dan bimbingan, namun nihil

Ia telah melakukan anjuran-anjuran ibadah dari setiap kyai dan ustadz yang ia temui, hidupnya mulai mencapai titik nadir

Ia mulai berfikir "kenapa saat aku menentang hukum-Nya kehidupanku mudah, mengapa saat aku sekarang ada di jalan-Nya, hidup ku susah?"

Namun suatu hari, ia bertemu seorang dosen agama di suatu PTN di Indonesia, pengusaha ini mengutarakan kehidupannya dan meminta pendapat dari dosen itu, lalu dosen itu menjawab:

"kau tahu filosofi botol kecap?
Sebuah botol kecap, yang ingin di isi oleh air putih, maka kita harus mengeluarkan kecapnya dulu, itupun bila kita memasukan air putih kedalam botol tersebut, air putih itu tetap akan menghitam, karena bekas dari kecap tersebut, jadi kita harus mengulang berkali-kali untuk membersihkan botol tersebut, sampai bisa ditempati oleh air putih

Botol kecap itu adalah dirimu, kecap itu adalah dosa-dosamu, Allah ingin mengeluarkan dosa dan kotoran itu dari dirimu, sebelum ia mengisinya dengan rizki yang halal dan kebaikan-kebaikan lainnya,

Jadi sekarang tergantung padamu, apakah kau bisa sabar untuk menjalani proses ini"

Jawaban dari dosen itu telah menjawab sesuatu yang mengganjal hati pengusaha ini, dan ia pun bersikeras untuk melewati proses ini

Lambat laun, kehidupannya membaik, ia memulai bisnisnya kembali, walaupun tidak sebaik dulu, namun sudah ada di jalurnya

--

kita kadang mengeluh akan hidup yang kita miliki, tentang doa yang kita anggap tak berfungsi,

Namun, percayalah, kita tidak akan disia-siakan oleh-Nya, karena Allah tau apa yang terbaik untuk kita,

tidak ada kata nasib buruk, karena semua nasib itu baik. bila kita gagal, berarti Allah ingin kita sukses dengan cara lain.



Hasil copas ^^
Boleh di share...

Senin, 21 April 2014

Ketika masalah bertubi-tubi "Segeralah Koreksi Diri"

Kehidupan dirasa lebih banyak masalahnya. Setiap bisnis sudah terlihat di depan mata, bisnis itu redup lagi. Setiap kali keuntungan sudah terbayang di depan mata, eh malah lenyap lagi. Setiap apa yang kita inginkan lalu menghilang, ketika kebahagian sudah mulai terbentuk lalu sirna begitu saja,  ingat, jangan-jangan kita lagi "dipermainkan" Allah. Kenapa bisa Allah "mempermainkan" kita?



Kemungkinan kita masih belum bisa meninggalkan kefasikan kita. Taubat kita hanyalah taubat sambal, taubat sementara lalu bermaksiat lagi. Begitulah istilahnya.

Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya." (QS As-Sajdah [32] : 20)

Penghuni neraka diceburkan kedalamnya, lalu diangkat, diceburkan lagi, lalu diangkat kembali. Begitulah seterusnya. Sama seperti kehidupan kita di dunia apabila kita fasik. Ada, lalu tiada. Ada lagi, lalu dengan cepat menghilang lagi. Begitulah seterusnya.

SUBHANALLAH

"Semoga ALLAH bimbing kita agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang tidak meremehkan waktu shalat, dan waktu2 yang sudah ALLAH berikan untuk kita, terhindar dari maksiat dan perzinaan, dekat dengan ibadah kepada ALLAH SWT. aamiin"

Selasa, 08 April 2014

ini mimpiku dan apa mimpimu?


Bismillahirrahmanirrahim. . .

Ya Allah sesungguhnya jauh sudah kaki ini melangkah, terkadang akupun hilang tanpa arah, dan hati ini sangat rindu akan sinarMu. . .Aku ini hanyalah seorang mahluk yang lemah, hina dan berlumur dosa.
Ampunilah dan terangilah aku yang terkadang tanpa sadar berada pada jalan hitam, jalan yang tak pernah engkau Ridhoi. Labbaik allahumma labbaik. Labbaik kalaasyarii kala kalabbaik…Innalhamda, wanni’mata lakawalmulk .Laasyarii kalak. Hat ini bergetar Ya Allah tatkala aku mendengarkan kalimat talbiyah, inginrasanya aku bisa berdiri di depan ka’bah. Meminta ampunanmu.Ya Rabb izinkanlah aku kembali padamu meski mungkin tak akan pernah sempurna aku sebagai hambamu. Sesungguhnya engkau Maha pengampun dosa. Engkau mahadahsyat Ya Allah, umat muslim di seluruh dunia selalu bermimpi untuk bisa berdoa dihadapmu, engkaupun telah menjanjikan satu kenikmatan terhadap orang-orang yang menjadi tamu engkau. Dan aku percaya semua janjimu itu sangatlah nyata dan tidak ada yang takmungkin dan mustahi bagimu.

Ya Allah…Panggilahaku, panggilah Ibuku, Panggilah keluargaku, panggilah sodara-sodaraku, panggilah seluruh umat muslim di dunia ini untuk bisa menyempurnakan rukun islam. Izinkanlah kami untuk bisa mengelilingi ka’bahmu, izinkalah lidah kami untuk dapat mengucapkan kalimatmu  Labbaik allahumma labbaik. Labbaik kalaasyarii kala kalabbaik…Innalhamda, wanni’mata lakawalmulk .Laasyarii kalak

Walaupun apa yang  aku perdengar tentang keindahan kota mekah dan madinah hanyalah sebatas cerita namun semua itu dapat mengobati rasa rinduku akan semua keajaibanmu ya rabb, semua cerita itu membuataku yakin akan semua kekuasaanmu :)



Burung-pun beramai-ramai mensyukuri akan kenikamatan yang telah engkau berikan, sesungguhnya engkau maha adil ya rabb.


Tepatnya di “Tugu Jabal Rohmah” dengan izin engkau Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu.Semua ini dapat mencerimnkan betapa besarnya rasa cinta itu yang telah engkau ciptakan.Semoga mahluk di dunia ini dapat menemukan pasangannya yang penuh akan ketulusan dan keikhlasan serta rasa cinta yang dilandasi atas namamu ya Allah.

Gunung Uhud” . . . Salah satu gunung yang akan Ada di Surga-Mu.Subahanaulloh

Ya Allah izinkanlah hati ini untuk terus memngingat akan semua kebesaranmu, ingin rasanya berjumpa denga mu Ya Allah, hati ini selalu rindu akan rahmat dan kasih sayangmu. Semoga kami semua termasuk makhluk yang selalu engkau rindukan. Aamiin.

Ditulis Oleh : Desi Nurrohmah. #DNR

Jumat, 04 April 2014

Inilah Aku.


MUDA ITU SEBENTAR!


Wanita dengan Sejuta mimpi ini memiliki nama Gaul yang cukup unik Yaitu Yayu Nawiti. Nama itu ada ketika langkah kakinya terhenti pada dunia broadcast juni 2011.
Menyanyi dan menulis menjadi hobi pemilik nama asli Desi Nurrohmah . Jiwa Travelling juga di miliki oleh Mojang sunda kelahiran Cirebon 17 Desember 1991. Menjalani profesi sebagai seorang penyiar membuat kamarnya penuh dengan tumpukan buku diantaranya "Ippho Santosa - pakar otak kanan, Felix Siau, Merry Riana, dan masih banyak lagi". Pecinta boneka doraemon ini selalu memiliki julukan "Sang Pemberani". 

"Aku Yakin, Allah akan selalu bersamaku, Allah akan selalu setia menemaniku, kemanapun langkah kaki ini melangkah Allah harus terus bersamaku".

Karena AKU YAKIN tak ada yang TAK MUNGKIN dalam hidup ini. Namun dengan catatan kita harus senan tiasa berdo'a, berusaha dengan sungguh-sungguh dan yakin. 
Keluarga segalanya bagiku, terutama sosok ibu. Restu dan Do'a kedua orang tua adalah Kunci Kesuksesanku."



Muda Itu Sebentar Sob! Yuk manfaatkan masa muda kita sebaik mungkin. Sukseskan nama kita Semuda Mungkin. Oke.










Minggu, 30 Maret 2014

Bahaya mereka yang meninggalkan SHALAT ...



Ini beberapa dalil dari Quran dan hadist tentang bahayanya jika kita yang mengaku muslim, sampai meninggalkan Shalat. Kedudukan Shalat udah pada tau, jadi dalil ini berguna untuk merefresh, menyegarkan ingatan sekaligus semangat kita agar bisa benahin shalat kita, dan alangkah mulianya jika ada yang mau berbagi dengan saudaranya baik langsung maupun gak langsung, terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, atur aja dah yang penting dalil nyampe. Dengan nyebarin ke yg lain, semoga Allah SWT menyempurnakan kekurangan kita dalam shalat sambil terus diperbaiki, semoga bermanfaat.

Pada suatu hari, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam berbicara tentang shalat, sabda beliau: "Barangsiapa menjaga shalatnya maka shalat tersebut akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari Kiamat nanti. Dan barangsiapa tidak menjaga shalatnya, maka dia tidak akan memiliki cahaya, tidak pula bukti serta tidak akan selamat. Kemudian pada hari Kiamat nanti dia akan (dikumpulkan) bersama-sama dengan Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubay Ibnu Khalaf." (HR. Ahmad, At-Thabrani dan Ibnu Hibban, hadits shahih)

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kerugian." (Q. S. Maryam: 59)

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya." (Q. S. Al-Ma'un: 4-5)

Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: "(Yang menghilangkan pembatas) antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim)

Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: "Perjanjian antara kita dengan mereka (orang munafik) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka sesungguhnya ia telah kafir." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasai, hadits shahih)

Mereka yang masih belum mengerjakan shalat, bertaubatlah gak ada kata terlambat, salah satu syarat taubat diantaranya mengadakan perbaikan, maka dari itu perbaiki terus shalat kita tanpa kenal bosan, dan banyak merenungi makna shalat sebagai tiang agama seseorang.

Shalat membawa cahaya, besarnya cahaya tergantung dari ilmunya shalat. Semakin banyak tau dalil dibalik kewajiban dan keutamaannya, maka ia akan semakin bersemangat dalam mengerjakannya. Karena Ilmu Islam adalah petunjuk dan penerang supaya kita selalu dijalan yang Allah redhoi.

Semoga kita termasuk orang2 yang tetap istiqamah menjaga sholat 5 waktu secara berjamaah dimesjid khusus untuk laki2. aamiin

Subhanallah

Ya Allah, berikanlah untuk ibu dan ayah kami kesehatan jasmani dan rohani, panjang umurnya, muliakan, dan hapuskanlah dosa-dosanya ya Rabb, dan berikanlah untuk kami semua pasangan hidup yang setia, sholeh dan sholehah serta anak keturunan yang bisa menentramkan hati dan jiwa kami.

Aamiin ya Rabbal'alamiin

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Tetap BERTAWAKAL DAN BERSERAH DIRI kepada Allah, semoga Allah memberikan kita kesenangan baik di dunia ini, maupun di akhirat kelak. Aamiin...

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad , atas segenap keluarga dan sahabat beliau.

Aamiin Ya Rabbal'alamiin 

#UstadYusufMansyur